Surf Nias : Berselancar di Pantai Barat Sumatera.

 Oleh : Darman Zebua

surfnias.jpg 

Pantai barat Sumatera yang telah menjadi Surfing Spot yang paling cool yang dimulai dari gugusan kepulauan Mentawai (Sumatera barat) hingga di beberapa pulau-pulau kecil di daerah Aceh (NAD) telah menjadikan daerah ini menjadi salah satu surfing spot terbaik di Asia Pacifik. Pulau Nias yang dapat dicapai dengan penerbangan dari Medan dan Padang, dan juga perjalanan darat dari Medan ke Sibolga yang kemudian dilanjutkan dengan kapal ferry ke Nias. Continue reading ‘Surf Nias : Berselancar di Pantai Barat Sumatera.’

Isi e-mail The Golden Pavilion Tentang Lompat Batu di Inbox dezebua@yahoo.com

Oleh : Darman Zebua

stonejumping.jpg

Bila kita  membicarakan nias maka langsung pikiran kita akan membayangkan seorang pria berpakaian adat setempat sedang melayang di atas seonggok batu yang disusun setinggi lebih dari 2 meter. Atraksi lompat batu atau fahombo merupakan sebuah andalan pariwisata dari pulau nias. Membicarakan hal ini mau tidak mau kita harus kembali kepada sejarah panjang perjalanan budaya masyarakat nias. Continue reading ‘Isi e-mail The Golden Pavilion Tentang Lompat Batu di Inbox dezebua@yahoo.com’

Ya’ahowu : “ Visit Indonesia 2008 – Visit Nias 2008”

Oleh : Darman Zebua

zebua-logo-2.jpg   

Berdasarkan data yang dikutip dari WTO (World Tourism Organization)  pariwisata dikategorikan kedalam kelompok industri terbesar dunia (the world’s largest industry ), seperti diungkapkan  oleh John Naisbitt dalam buku Global Paradox. WTO mengatakan 8 persen dari ekspor barang dan jasa, yang pada umumnya berasal dari sektor pariwisata.  Pariwisata telah menjadi penyumbang terbesar dalam perdagangan internasional dari sektor jasa, kurang lebih 37 persen, termasuk 5-top exports categories di 83% negara WTO, sumber utama devisa di 38% negara dan di Asia Tenggara pariwisata dapat menyumbangkan 10 –12 persen dari GDP serta 7 – 8 persen dari total employement. Continue reading ‘Ya’ahowu : “ Visit Indonesia 2008 – Visit Nias 2008”’

Visit Indonesia 2008, “is the revenge of Rasa Sayang-e”.

Oleh : Darman Zebua 

darman1-copy.jpgdarman1-copy.jpg

 

Rasa sayange yang merupakan folklore dari daerah Maluku sebagai “theme song” iklan pariwisata malaysia, yang mereka sebut Tahun Melawat Malaysia (TMM) 2007.  Berdasarkan informasi dari website official Tahun Melawat Malaysia mengklaim 21 juta wisatawan telah mereka gaet datang ke Malaysia tahun lalu., sehingga dengan keberhasilan ini pemerintah malaysia memperpanjang program ini hingga pertengahan tahun ini. Continue reading ‘Visit Indonesia 2008, “is the revenge of Rasa Sayang-e”.’

“Nias Tourism” di Third wave (Google.com VS Yahoo.com)

Oleh : Darman Zebua 

Trend wisata dunia di era gelombang ketiga (third wave-Alvin Toffler) berhadapan dengan “time poor-money rich people” (punya harta tetapi miskin waktu), telah mengharuskan pemerintah, pelaku wisata melakukan inovasi terhadap pariwisata, dimana hal ini telah dimulai sejak 2001. 

Pemerintah membuat target pasar dengan prioritas negara jiran (short haul) dan regional (medium haul), dan bahkan paket wisata yang bervariasi. Dalam era gelombang ketiga ini muncul berbagai displin ilmu, dunia  terbentuk menjadi “e-planet earth” (knowledge Era/information era). Continue reading ‘“Nias Tourism” di Third wave (Google.com VS Yahoo.com)’

Daya tarik dan Brand Image Pariwisata Nias

Oleh : Darman Zebua  

Ketika sebuah pertanyaan timbul mengenai nias, apa sesungguhnya kekuatan atau daya tarik pariwisata nias  yang membedakannya dengan negara lain, sehingga layak dijual ? 

Banyak orang akan menjawab karena keindahan alamnya, budaya yang unik, megalit yang telah berumur ribuan tahun atau karena nilai arsitektur rumah tradisonalnya. Mungkin jawaban itu menjadi sebuah jawaban yang tepat (akan tetapi ini hanya bagi orang yang belum pernah melakukan perjalanan wisata ke mancanegara yang belum pernah melihat alam, budaya, peninggalan sejarah negara lainnya). Continue reading ‘Daya tarik dan Brand Image Pariwisata Nias’

Wisatawan Posmo (Post-modern) dan “Darkwisata” adalah salah satu alternatif Produk Pariwisata Nias.

Oleh : Darman Zebua

Pemanasan global (Global warming) telah menimbulkan banyak efek buruk terhadap iklim dunia. Salah satu kutipaan dari Yale Center yang bekerjasama dengan CNN dalam mengupas PLANET IN PERIL:

 “In that case, the world would lose Shanghai, Tokyo, Amsterdam, Venice and New York. In the US, 50 million people live below that sea level. China would have 250 million displaced persons. Bangladesh would produce 120 million refugees, practically the entire nation. India would lose the land of 150 million people.

Di Indonesia hal ini telah terjadi seperti meningkatnya curah hujan sehingga mengakibatkan banjir, tanah longsor, juga seringnya gempa bumi dan bahkan 3 tahun yang lalu terjadi tsunami di tanah rencong, NAD, dan daerah sekitar Nias. Kematian dan bencana telah menjadi tujuan wisatawan. Masyarakat dunia sepertinya telah meninggalkan turisme tradisional, menuju sebuah alternatif baru yang disebut dengan turisme post-modern (Posmo). Continue reading ‘Wisatawan Posmo (Post-modern) dan “Darkwisata” adalah salah satu alternatif Produk Pariwisata Nias.’